kulit robot

Ilmuwan Membuat Kulit Robotik Yang Menyembuhkan Dirinya Sendiri

janderson oliveira avatar
Para ilmuwan sedang mengembangkan robot dengan logam cair di tubuhnya yang tahan aus. Kulit robot ini dapat memperbaiki dirinya sendiri dan bekerja meskipun rusak!

Pernahkah Anda berpikir untuk hidup di masa depan di mana bagian sibernetika akan membantu manusia menjadi lebih tahan? Kalau begitu, pikirkan saja robot dengan kemampuan memiliki tubuh cair yang tahan terhadap keausan. Beberapa ilmuwan menerapkan rencana ini. Jadi mereka mulai membuat kulit robot yang bekerja malah rusak. Barang film, kan?

mitosis robotik

Mari kita pergi ke kelas biologi. Disiplin adalah tubuh manusia. Jadi, ketika seseorang dipotong, serangkaian fenomena terjadi untuk menghentikan pendarahan dan membangun kembali kulit orang tersebut. Salah satu reaksinya disebut edema. Ini, disebabkan oleh vasodilatasi dan peningkatan pembuluh kapiler, yang memungkinkan sirkulasi darah lebih besar.

Jadi, memikirkan logika ini, para ilmuwan dari Carnegie Mellon University mengembangkan kulit buatan dengan pemulihan serupa. Namun, itu bukanlah obat sempurna yang membangun kembali semua materi. Tujuannya adalah untuk membangun kembali koneksi yang hilang.

Penyebab utamanya adalah logam cair. Tetesan bahan ini ditangguhkan di dalam wadah yang fleksibel, siap untuk diaktifkan bila diperlukan. Pada tanda kerusakan mekanis, tetesan terbuka dan dikirim ke tempat yang rusak. Cairan memungkinkan aliran energi tidak terganggu, bahkan jika kulit terpotong atau tertusuk.

Ilmuwan Membuat Kulit Robotik Yang Menyembuhkan Dirinya Sendiri
Tampilan menunjukkan jumlah sirkuit fleksibel yang dibuat

Satu langkah lagi menuju masa depan

Jenis kulit ini tidak bisa dibilang baru. Ada kategori bahan lembut, yang fleksibel dan dapat dideformasi. Perbedaan yang dihadirkan skin ini justru terletak pada self recovery-nya. Inovasi menjamin berbagai kemungkinan baru untuk industri.

Jika kita ingin membuat mesin yang lebih cocok dengan tubuh manusia dan lingkungan alam, kita perlu memulai dengan bahan jenis baru.

Majidi Carmel, Profesor Teknik Mesin di Universitas Carnegie Mellon

Ini berita bagus untuk robot yang berfokus pada perawatan manusia. Menggunakan sedikit imajinasi, robot pemadam kebakaran dapat memasuki gedung yang terbakar dan pulih dari kemungkinan kerusakan. Selain itu, mesin eksplorasi di Mars tidak memiliki bantuan jika rusak. Namun, bahan ini lembut perbaikan sendiri akan tahan terhadap kondisi ekstrim planet ini dan memastikan daya tahan yang lebih baik. Jadi, bahkan perangkatnya dapat dipakai bisa mengambil keuntungan dari kulit rekonstruktif.

Sumber: futurisme


Temukan lebih lanjut tentang Showmetech

Daftar untuk menerima berita terbaru kami melalui email.

Pos terkait